AQIDAH
Ust. Fadlan Mustiqa, Lc
MATERI
· Aqidah, sacara bahasa berasal dari kata ‘Aqada (dia telah mengikat), Ya'qidu (dia sedang mengikat), ‘Aqidatan (ikatan)
· Aqidah secara Istilah adalah keyakinan tentang usul2 (pokok2) agama Islam
· Islam diturunkan melalui perantara Jibril as (malaikat yg pling kuat, pemimpin para malaikat, punya 600 sayap) kepada Muhammad
· Dalam hal sholat, smua hal yg ada contohnya (ada dalil dan dicontohkan Rasul) di bolehkan
· Islam itu satu, tdk ada pengkotak-kotakan
· Islam sumber nya Al-Quran (ada 7 qiraat, 14 riwayat shohih, 3hasan, 4 dhoif) & Sunnah Rasulullah
· Islam itu pembahasanya tiga, 1. Al-aqidah 2. Asy-syariah 3. Al-akhlaq
· Al-aqidah ada 6 nama atau istilah yg dipakai
1. Al-aqidah (itu sendiri)
2. Ushulluddin (pokok2 agama)
3. As-Sunnah
4. Al-Fiqhul Akbar (Hukum yg besar)
5. At-Tauhid
6. Ilmu Kalam, penamaan ini dipakai oleh ulama2 Asy-syaira
· Aqidah, ujung2nya benar atau sesat
· Asy-syariah, ujungnya pahala atau dosa
· Al-akhlaq, ujung2nya al-karimah (terpuji) & al-mazmumah (tercela)
· Takfir (mengatakan orang muslim kafir) tidak boleh, karena hal itu justru berbalik kepada sang pengucapnya
· Al-Aqidah (berdasarkan Hadits kedua dlm Arbain An-Nawawi) pembahasannya dibagi secara sederhana menjadi (Rukun Iman):
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada malaikat
3. Iman kepada kitab2 Allah
4. Iman kepada Nabi dan Rasul
5. Iman kepada hari kiamat
6. Iman kepada qada & qadar
· Oleh sebagian ulama, 6 hal sederhana diatas dikelompokkan menjadi 3
1. Ilahiyat (ketuhanan), Rukun Iman pertama
2. An-Nubuwat (kenabian), Rukun Iman ke 3 & 4
3. As-Sam’iyat / Al-Ghaibiyat (hanya bisa didengar atau hal ghaib), Rukun Iman 2, 5, & 6
· Ijtihad tidak boleh dijatuhkan dengan ijtihad lain, sebab pendapat bukan digunakan untuk saling serang
DISKUSI
· Kadang ada hikmah adanya segolongan orang yg berpacaran, karena orang yg tidak ingin berpacaran terhindar dari orang2 yg ingin berpacaran. Terlindungi dari maksiat
· Janji Allah itu pasti, bahwa “Yang baik, hanya untuk yang baik pula.......” (An-Nur:36)
· Ketika orang bermaksiat, maka ketika itu berkuranglah imannya. Sedangkan pendapat orang Khawarij (sesat) yg salah, mengatakan bahwa maksiat menghabiskan iman
· Hati-hati dengan lirik-lirik lagu tentang cinta, co, “hidup matiku hanya untukmu,.....“ dsb. Karena bisa tergolong kepada syirik
· Islam tidak mengajarkan benci kepada para pemaksiat, tapi bencilah kepada maksiatnya
· Ghibah adalah mengatakan kebenaran yg tdk disukai, bisa sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan
· Rasulullah membaca Al-Ma’tsurat setelah sholat shubuhnya (dengan tidak beranjak dari tempat sholatnya) dan sebelum/setelah sholat maghribnya
· Dalam beribadah, ada kaidah yang mengatakan “Jika tidak mampu mengambil semuanya, maka jangan tinggalkan semuanya”
· Hukum ber Nazar? Ada yang mengatakan mubah, ada yang mengatakan makruh.
· Pilihan bijak adalah bertawasul dengan ibadah kita. Dan menjauhi ber-nazar
· Wahabi =dinisbatkan kepada pengikut Abdul Wahab ; Aswaja= dinisbatkan kepada pengikut Imam Abul Hasan Al-Asyari. Namun banyak yang sekarang menyalah artian sebutan itu
· Setiap orang muslim (yang telah bersyahadat) pasti masuk surga. Yang mesti kita fikirkan adalah bagaiman caranya agar “tak singgah” dahulu dineraka
Wallahu a’lam
Hadits ke-37 "Keadilan dan Karunia Allah"
(Pemateri : Ust. Urwatul Wutsqo, Lc)
Keadilan dan Karunia Allah
“Ibnu ‘Abbas ra. berkata, Rasulullah bersabda meriwayatkan firman Allah, “Sesungguhnya Allah mencatat amal baik dan buruk. Kemudian Dia menjelaskan, “Barangsiapa yang ingin melakukan kebaikan tetapi belum melakukannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan penuh. Dan jika ia benar-benar melakukannya, maka Allah mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan, bahkan hingga tujuh ratus kali lipat atau lebih. Sedangkan orang yang ingin melakukan keburukan tapi tidak jadi melakukannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan penuh. Jika ia melakukan keburukan itu, maka Allah mencatatnya sebagai satu keburukan saja.” (HR Bukhari-Muslim)
Urgensi hadits
Ini adalah hadits qudsi yang memuat kabar gembira dan harapan yang besar terhadap karunia dan rahmat Allah yang Maha Luas. Hadits ini memberikan harapan dan dorongan untuk kerja keras dengan terus melakukan muroqobah kepada Allah.
Kandungan Hadits
1. Perbuatan Baik
Niat baik saja sudah dinilai sebagai suatu kebaikan oleh Allah. Jika niat itu terealisasikan maka Allah akan mencatatnya sebagai suatu kebaikan penuh, hingga mencapai 10 kali lipat (Al-An’am : 160). Tidak hanya sampai disitu, bahkan Allah akan melipat gandakannya hingga 700 kali lipat (Al-Baqoroh : 261), atau lebih daipada itu (untuk puasa Ramadhan)
2. Perbuatan Buruk
Semua perbuatan buruk yang dilakukan seseorang, akan ditulis apa adanya (satu keburukan) dan tidak dilipatgandakan (Al-An’am : 160)
3. Bertekad untuk melakukan kebaikan
Tekad yang dimaksud disini adalah keinginan dan berusaha untuk merealisasikannya. Karena niat baik saja, itu sudah dicatat sebagai suatu kebaikan. Ber fastabiqul khairat dengan sahabat-sahabat yang lain itu juga penting, agar iklim kompetisi dalam kebaikan itu tetap terjaga.
4. Istiqomah dalam Kebaikan
Seorang mukmin mesti istiqomah dalam setiap kebaikannya, karena Allah menilai di akhir, bukan diawal. Apakah Husnul Khotimah atau justru Su’ul Khotimah. Maka perlu saling membantu dan saling menopang diantara sesama saudara seiman
5. Saling Memberi Nasehat
Karena hati yang telah dipenuhi iman, akan mudah tersentuh oleh nasehat-nasehat yang datang kepadanya. Ingat mengingatkan dalam kebaikan, dan cegah-mencegah dari maksiat kepadaNya
6. Allah Ingin Semua Mukmin Masuk Surga
Dihitungnya niat kebaikan kita dengan 1 pahala, lalu jika dikerjakan bisa sampai 700 kali lipat. Sementara itu, niat dosa kita tidak dihitung, tapi jika dikerjakan hanya dihitung sebagai satu keburukan. Secara logika sederhana, jelas terbukti bahwa Allah ingin hamba-hambaNya itu masuk surga semuanya
7. Sesungguhnya rahmat Allah terhadap hambaNya sangatlah luas, pun demikian dengan pengampinanNya yang mencakup segala dosa, dan pemberianNya tidak ada habisnya
8. Ikhlas dalam ketaatan dan dalam rangka meninggalkan maksiat adalah kunci untuk mendapatkan pahala. Semakin tinggi ikhlas, semakin bertambah pahala.
Wallahu ‘alam....
Sambutan Kepala Departemen Kemakmuran Masjid (DKM)
FSKI Generasi Kaffah 2015/2016
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
Assalammu’alaikum Wr. Wb
Hanya kepada Allah kami percaya dan memohon perlindungan.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Kita bersaksi tiada Tuhan yang patut disembah, selain Allah semata. Tiada sekutu bagi-Nya. Kita juga bersaksi, Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Wa ba’du.
Alhamdulillah atas segala bimbingan dan petunjuk, karunia, nikmat dan kebaikan yang telah Allah berikan kepada kita, sehingga kita bisa sempat bergabung dan tergabung dalam barisan panjang dakwah yang menyejarah ini. Karena sungguh, adanya kita disini oleh sebab-Nya. Maka bersyukurlah! Dia lah Allah Yang Maha Pengasih dengan kasih-Nya yang tak pilih kasih. Dia lah Allah Yang Maha Penyayang, yang sayang-Nya tak tersebut, tak berbilang.
Shalawat dan salam atas panutan umat sepanjang zaman, Rasulullah Muhammad SAW. Yang mana mencontoh dan meneladaninya dalam seluruh aspek kehidupan merupakan wujud konkret dari ittiba’ dengan sunnah-sunnahnya. Moga kesungguhan kita untuk mengamalkan sunnah dan meniru jalan dakwahnya berbuah syafaat di hari Kiamat kelak. Aamiin
Surga takkan pernah dapat diraih hanya dengan mengandalkan pahala dari ibadah siang malam yang kita lakukan. Karena sungguh, surga hanya dapat diraih apabila ada Ridho dan Rahmat dari-Nya. Dan salah satu cara meraih Ridho dan Rahmat-Nya itu adalah dengan melaksanakan ibadah dengan ikhlas. Tak cukup hanya ibadah dengan ikhlas untuk diri sendiri, tapi juga seru dan libatkan orang lain agar dapat beribadah dengan ikhlas juga. Karena kita adalah satu jama’ah, umat Rasul yang mulia. Kita melangkah dalam ayunan tangan dan kaki yang sama, saling ingat-mengingatkan tentang kebaikan, dan tentu cegah-mencegah dalam kemaksiatan. Apa tujuannya? Agar kelak kita bisa membuat Rasulullah tersenyum bahagia dan bangga, melihat kita, ummatnya yang senantiasa berfastabikul khairat ini.
Tergabungnya kita disini, di FSKI ini, adalah salah satu cara kita untuk mewujudkan itu semua. Dan tentu, untuk kembali sama-sama menggalakkan gelora dan semangat dakwah Rasul dan sahabat terdahulu. Memang, kita bukanlah seperti mereka yang ketahanan imannya kokoh bagai baja, terlebih lagi kita juga bukanlah malaikat, yang sudah pasti takkan pernah durhaka dan maksiat kepada-Nya. Tetapi adanya kita disini adalah sarana bagi kita untuk mengingatkan diri kita sendiri dengan jalan mengingatkan orang lain. Karena tentu, jika kita telah mengingatkan orang lain akan kebaikan, maka sudah pasti ada beban tanggung jawab bagi kita untuk melakukannya juga. Praktis, kita dapat pahala dari ibadah kita, plus pahala jariyah dari orang yang kita ingatkan tadi. Ibarat kata pepatah, sekali dayuh, dua tiga pulau terlampaui. Sungguh, inilah dia yang kita sebut sebagai “bisnis yang tak pernah rugi ” itu.
Maka dari itu, mari kita manfaatkan kebaikan Allah yang Maha Baik ini dengan menjalankan segala sunnah dan tuntunan-tuntunan Rasul-Nya agar kita menjadi manusia yang baik. Yang berhak mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. Kebaikan yang tiada terkira saat kita diwafatkan oleh malaikat dalam keadaan baik, sehingga mendapat sambutan dengan sapaan yang mulia, “Salaamun alaykum. Kamu telah menjadi orang-orang baik. Maka masuklah kedalam surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.” (Az-Zumar : 73)
Wallahu ‘alam
Baarakallahu li wa lakum
Assalammu’alaikum Wr. Wb
Muhammad Tohib Habib