Kata Sambutan Kepala DKM FSKI Generasi Kaffah FK Unand

Sambutan Kepala Departemen Kemakmuran Masjid (DKM)

FSKI Generasi Kaffah 2015/2016

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas




Assalammu’alaikum Wr. Wb

                Hanya kepada Allah kami percaya dan memohon perlindungan.

               Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Kita bersaksi  tiada Tuhan yang patut disembah, selain Allah semata. Tiada sekutu bagi-Nya. Kita juga bersaksi, Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Wa ba’du.

                Alhamdulillah atas segala bimbingan dan petunjuk, karunia, nikmat dan kebaikan  yang telah Allah berikan kepada kita, sehingga kita bisa sempat bergabung  dan tergabung dalam barisan panjang dakwah yang menyejarah ini. Karena sungguh, adanya kita disini oleh sebab-Nya. Maka bersyukurlah! Dia lah Allah Yang Maha Pengasih dengan kasih-Nya yang tak pilih kasih. Dia lah Allah Yang Maha Penyayang, yang sayang-Nya tak tersebut, tak berbilang.

                Shalawat dan salam atas panutan umat sepanjang zaman, Rasulullah Muhammad SAW. Yang mana mencontoh dan meneladaninya dalam seluruh aspek kehidupan merupakan wujud konkret dari ittiba’ dengan sunnah-sunnahnya. Moga kesungguhan kita untuk mengamalkan sunnah dan meniru jalan dakwahnya berbuah syafaat di hari Kiamat kelak. Aamiin

                Surga takkan pernah dapat diraih hanya dengan mengandalkan pahala dari ibadah siang malam yang kita lakukan. Karena sungguh, surga hanya dapat diraih apabila ada Ridho dan Rahmat dari-Nya. Dan salah satu cara meraih Ridho dan Rahmat-Nya itu adalah dengan melaksanakan ibadah dengan ikhlas. Tak cukup hanya ibadah dengan ikhlas untuk diri sendiri, tapi juga seru dan libatkan orang lain agar dapat beribadah dengan ikhlas juga. Karena kita adalah satu jama’ah, umat Rasul yang mulia. Kita melangkah dalam ayunan tangan dan kaki yang sama, saling ingat-mengingatkan tentang kebaikan, dan tentu cegah-mencegah dalam kemaksiatan. Apa tujuannya? Agar kelak kita bisa membuat Rasulullah tersenyum bahagia dan bangga, melihat kita, ummatnya yang senantiasa berfastabikul khairat ini.

                Tergabungnya kita disini, di FSKI ini, adalah salah satu cara kita untuk mewujudkan itu semua. Dan tentu, untuk kembali sama-sama menggalakkan gelora dan semangat dakwah Rasul dan sahabat terdahulu. Memang, kita bukanlah seperti mereka yang ketahanan imannya kokoh bagai baja, terlebih lagi kita juga bukanlah malaikat, yang sudah pasti takkan pernah durhaka dan maksiat  kepada-Nya. Tetapi adanya kita disini adalah sarana bagi kita untuk mengingatkan diri kita sendiri dengan jalan mengingatkan orang lain. Karena tentu, jika kita telah mengingatkan orang lain akan kebaikan, maka sudah pasti ada beban tanggung jawab bagi kita untuk melakukannya juga. Praktis, kita dapat pahala dari ibadah kita, plus pahala jariyah dari orang yang kita ingatkan tadi. Ibarat kata pepatah, sekali dayuh, dua tiga pulau terlampaui. Sungguh, inilah dia yang kita sebut sebagai “bisnis yang tak pernah rugi ” itu.

                Maka dari itu, mari kita manfaatkan kebaikan Allah yang Maha Baik ini dengan menjalankan segala sunnah dan tuntunan-tuntunan Rasul-Nya agar kita menjadi manusia yang baik. Yang berhak mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. Kebaikan yang tiada terkira saat kita diwafatkan oleh malaikat dalam keadaan baik, sehingga mendapat sambutan dengan sapaan yang mulia, “Salaamun alaykum. Kamu telah menjadi orang-orang baik. Maka masuklah kedalam surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.” (Az-Zumar : 73)

Wallahu ‘alam

Baarakallahu li wa lakum

Assalammu’alaikum Wr. Wb

Muhammad Tohib Habib

              

                               

Sistem Imun


Jika dianalogikan maka kita dapat menyebut Sistem Imun yang ada pada tubuh kita itu sebagai suatu kesatuan prajurit perang yang kompleks. Ibaratnya mereka itu seperti Bigade Izzudin Al-qossam yang piawai dalam menumpas tentara Zionis yang sering menyusup ke daerah Palestina.

Mungkin seperti ini cara kerja mereka......

Dalam suatu wilayah konflik tentu akan ada benteng yang dibangun oleh masing-masing kubu sebagai alat pertahanan diri mereka paling awal. Sama halnya dengan tubuh manusia, kita memiliki lini pertahanan lapis pertama  yang terdiri dari kulit, silia dan mukosa pada saluran nafas, dan asam lambung yang ada pada sistem digesti kita. Kita ibaratkan lah dalam suatu kesempatan tentara Zionis berhasil menembus benteng yang telah dibangun oleh para tentara Al-qossam diperbatasan tadi. Ya, mungkin ada sedikit kelengahan dari beberapa prajurit Al-qossam yang bertugas untuk menjaga perbatasan. Sehingga ada tentara Zionis yang berhasil masuk ke wilayah Palestina. Seperti itu jugalah tubuh kita. Disuatu waktu mungkin ada beberapa faktor yang muncul sehingga menyebabkan lini pertahanan awal kita tertembus. Contoh sederhananya mungkin tangan kita tertusuk duri, atau terjatuh lalu menyebabkan luka lecet pada kulit, dsb. Balik lagi ke perang. Ok lah, tentara Zionis itu berhasil lolos dari lini pertahanan awal. Tapi tunggu dulu, di jalan-jalan tentu masih banyak warga dan prajurit Al-qossam yang berjaga-jaga, mengawasi setiap gerak-gerik yang mencurigakan. Mereka disana berperan sebagai lini pertahanan lapis dua setelah benteng tadi. Begitu juga dengan tubuh kita. Jika seandainya pertahanan lapis satu kita tertembus, masih ada pertahanan lapis dua kita yang akan siap memberikan perlawanan terhadap musuh yang datang. Mereka terdiri dari fagosit/makrofag untuk fagositosis, respon inflamasi, sel imun nonspesifik (makrofag, neutrofil, basofil, eosinofil), mediator kimia (IL-1, IFN, Complemen), dan demam. Karena kepiawaian dari prajurit Al-qossam tentara Zionis yang menyusup tadi akhirnya tertangkap. Mekanismenya mungkin seperti ini, ketika ada ibu-ibu (baca: sel mast, misal) yang teriak (baca: histamin) karena memergoki ada tentara Zionis yang menyusup, maka teriakan ibu itu akan sampai ke prajurit-prajurit Al-qossam (baca: Leukosit) yang sedang berjaga di Markaz penjagaan (limfonodus). Seketika itu lah para prajurit meluncur menggunakan mobil Jeep Wrangler, ban mobil mereka (baca: Selektin L) berjalan di tanah berdebu (baca: Selektin E) memecah jalanan ramai (baca: pemblh. Darah) kota. Ketika sampai di lokasi pintu mobil dibuka (baca: ICAM-1 dan VCAM), para prajurit ke luar menuju TKP (baca: proses diapedesis)+(Baca: PECAM). Terjadilah sedikit baku hantam, hingga akhirnya tentara Zionis berhasil diringkus (baca: proses fagositosis). Ia pun diborgol (baca: MHC) lalu dibawa ke Markaz Brigade Al-qossam untuk bertemu Jenderal. Layaknya sistem imun nonspesifik (makrofag, neutrofil, dll) yang berperan sebagai prajurit Al-qossam berhasil menangkap antigen (baca: tentara Zionis)+(Baca: APC) yang lemah tak berdaya.

Si antigen yang tertangkap tadi diborgol dengan MHC. Lalu kompleks yang kemudian disebut APC ini digiring oleh prajurit ke Markaz yang berada di limfonodus. Sesampainya di Markaz (baca: limfonodus) ternyata si tentara Zionis nan malang ini telah ditunggu oleh dua orang Jenderal, si Sel B sama si Sel T yang keduanya masing-masing punya anak buah. Si Sel B tu punya Bmemory dan Bplasma. Sementara itu Sel T dibantu oleh Thelper dan Tsitotoksik. Si Bmemori ni bertugas untuk mencatat dan menyimpan file-file terkait yang menyangkut informasi tentang antigen Zionis ini. Sementara itu si Bplsama dibantu oleh Thelper tuk ngebuat antibodi. Ibaratnya antibodi tu senjata khusus yang dibuat untuk menumpas kalau-kalau ada tentara Zionis gendeng yang masuk ke wilayah Palestina lagi. Mungkin kalau untuk tentara Zionis, yang cocok itu “batu” kali ya, mereka kan takut sama anak-anak yang megang batu. Awkwk....

Nah itu Thelper, sementara itu Tsitotoksit dia tu berfungsi untuk menyerang kawan-kawan tentara Zionis tadi, yang ikut menerobos masuk. Tapi mungkin karena mereka sedikit piawai dari Zionis yang pertama ini, mereka bisa bersembunyilah di gang-gang, atau dikandang-kandang domba. Walaupun begitu, mereka akhirnya tetap akan tertangkap juga oleh prajurit Al-qossam. Karena si tentara pertama yang tertangkap tadi udah ngasih tau tempat persembunyian dan ciri-ciri teman-temannya yang lain. Nah, disinilah sebenarnya pertahanan yang kita sebut pertahanan spesifik seluler itu. Dia bermula ketika Tsitotoksit beraksi, menumpas antigen-antigen yang bersembunyi didalam sel-sel.

Bersambung.............

 *Mohon koreksinya dari rekan-rekan semua jika penulis salah dalam menganalogikannya ataupun salah dalam pemahamannya

#JustSharing

Ahlan wa Sahlan


Assalammua'alaikum

Selamat datang saudara-saudaraku sekalian di blog pribadiku ini.

Semata-mata niatku untuk menghadirkan blog ini adalah hanya untuk mencari keridho'an-Nya.

Aku berharap dengan blog ku ini,

Ada kebaikan yang bisa kubagi...

Ada senang yang bisa dirasa bersama...

Ada opini yang coba kusampaikan...

Dan ada kebermanfaatan yang moga-moga Dia hitung sebagai pahala.

Mengapa dengan tulisan?

Karena sesungguhnya tulisan itu lebih berbahaya dari sebutir peluru.

Jika sebutir peluru hanya dapat menembak satu kepala...

Maka tulisan dapat "menembak" ribuan kepala.

Jadi, bebas ambillah setiap kebaikan yang nantinya tertuang disini.

Buanglah segala keburukan yang karena khilaf mungkin terlampirkan nantinya.

Salam Hangat, Salam Semangat

Dari saudara kalian

Habib el-Huseiny